Cerpen


Complicated Love Story

Part 1 : He Is My Hero(Karya: Sarah Adilah)


Waktu sudah menunjukkan pukul 18.00, adzan maghrib pun berkumandang. Aku ,dengan segera mempercepat langkah kakiku untuk menyeberang. “Duh, udah mau malam lagi! Mana angkot belum pada nongol?” gerutuku. Yah, inilah aku. Setiap hari selalu pulang malam, oy bukan karena apaan! Aku pulang malam karena kegiatan ekskul, OSIS, dan les di sekolah yang padat banget, maklum sudah kelas 9.

Walaupun aku tergolong anak yang terlahir di
keluarga yang cukup bergelimang harta, tapi aku tidak ingin menyusahkan orang tua. Jadi setiap pulang sekolah, aku selalu naik angkot. Aku pun melihat dari kejauhan, yap! Mobil biru ber-plat kuning, aku pun segera melembaikan tanganku “Otista Om? Deket pertigaan?” supir angkot itu terlihat masih muda, tapi sudah terlanjur kupanggil Om ya sudahlah. “Boleh, Dek!”

Aku pun memasang headset dikedua telingaku dan memutar music rock. Karena angkot itu sepi, hanya aku penumpangnya jadi aku berani ngeluarin I-phone
5 ku yang canggih ini. Angkot biru itu terus melaju. Awalnya aku masih ngerasa fine-fine aja. Tetapi selang beberapa menit, setelah angkot itu berhenti di sebuah tempat dan 3 lelaki muda memasuki angkot itu, aku pun mulai curiga. Tapi aku gak mau berfikir negatif dulu. Mungkin penumpang lain atau teman supir angkot ini. Tetapi hal itu tidak berlangsung lama, curiga ku semakin pasti setelah melihat jalan arah angkot ini sudah melewati arah rumahku. Aku pun refleks bertanya pada supir angkot itu “Om, jalan Otista kan udah lewat? Kok bukan saya yang diantar duluan? Kan saya yang naik duluan? Gimana sih?” aku membuka headsetku dan berkata dengan nada sedikit marah.

Tiba-tiba supir angkot itu tersenyum licik, dan laju angkot itu semakin bertambah, tidak wajar!  Tiga orang penumpang itu pun yang
dari tadi melihatku dengan tatapan aneh ikut tersenyum licik! Dengan singkat ,aku pun menyimpulkan bahwa aku DICULIK!  Perasaanku jadi tidak enak, aneh. Aku takut kalau terjadi apa-apa, aku pun gemetaran. Aku hanya bisa diam, tanpa kata. Menatap kosong, pasrah! Apa yg harus kuperbuat? Dengan keberanian dan amarah, aku pun memutar akal ,mencari cara bagaimana bisa keluar dari sini? Waktu sudah terlalu malam, dan aku tidak mengenal daerah ini! Tiba-tiba saja aku sudah berada di daerah BUKIT di pinggiran perumahan! Sinyal kosong, ditambah bateraiku sudah merah. Aku tambah bingung, apa yang harus ku perbuat?

Dengan modal sedikit keberanian aku pun membentak supir angkot itu, “Hei Om! Jangan macam-macam! Cepat antar saya pulang! Atau saya lapor polisi dan teriak!” Dengan santai sambil menghisap rokoknya lalu menjawab “Adek galak banget sih? Ikut abang dulu aja! Kamu pasti senang. Lagian ini udah terlalu malem buat cewek semanis kamu untuk pulang, bahaya loh!” ketiga temannya tadi pun langsung meng-iyakan perkataan supir angkot tersebut “Masa cewek semanis adek pulang sendirian? Temanin kita aja ya?”

Dengan berani dan tekad bulat aku pun berkata “SIALAN LO! DASAR BANGSAT!!!” tanpa berpikir aku langsung keluar meloncat dari angkot itu, kebetulan aku duduk dekat pintu jadi aku dengan mudah keluar dari angkot itu.
“BRUKK!!” aku terjatuh, badanku rasanya sakit semua terutama pantatku. “Auuwwws!”
aku mengerang. Tapi untuk menghindari angkot tersebut mengejar balik, aku pun memutuskan untuk lari.

Sementara itu ditempat lain, daerah perumahan, sekitar bukit…
“Woy, bro! Gue cabut duluan ya? Udah malem nih!”. “Oh yoai, sip Ga. Hati-hati lu!”
“Siip bro!”. Motor sport merah itu segera melaju dengan kencang, platnya bertuliskan B 4264 CS (bacanya Arga), cowok super cool dengan tampang manis tapi dingin banget, percuma ya? Malam itu dia habis kerja kelompok dari rumah Ivan, dia memutuskan cabut duluan soalnya takut diomelin sama mamanya. Tiba -tiba dia melihat seorang cewek sedang dikejar-kejar angkot. Tanpa pikir panjang, dia tahu bahwa cewek itu pasti ingin diperkosa oleh supir angkot tersebut. Dia pun menambah kecepatan laju motornya. “BRUUMM..!!”

Kita kembali ke cewek yang sedang di kejar-kejar angkot sialan tadi. Namanya Rara, cewek cantik dengan lesung pipit, berkacamata minus 2. Badannya langsing, tinggi. Kulitnya kuning langsat. Berwajah oriental dengan alis tebal ,mata belo ,hidung agak mancung dan berbibir tipis. Ditambah dia murid yang pintar disekolah. Wah! mana gak difans sama cowok-cowok tuh? Dah pintar, cantik lagi! Tapi kalo soal cinta, jangan ditanya. Dia paling gak suka sama yang namanya CINTA. Udah berulang kali dan berpuluh kali cowok di sekolah nembak dia, mulai dari cowok yang paling ganteng-terpopuler, ganteng-terplayboy,ganteng-tersmart, sampai yang aneh-aneh mulai dari idiot, gila, autis, sampe yang culun-culun ikut-ikutan nembak dan bilang kata-kata yang sama! “Aku cinta kamu, maukah kamu jadi pacarku?” And of course jawabannya adalah “TIDAK” dengan muka datar. Belagu ya ini anak? Hahaha, bukannya belagu tapi dia bego. Gak ngerti apa itu cinta! Eh udah ah, kok gw jadi nyeritain hidup dia sih? Dia kan lagi dikejar-kejar sama supir
angkot sialan itu? Maaf ya pembaca. ^^

Oke oke cukup , makasih ya udah ceritain, klimaks-klimaks kepopuleranku di sekolah. Tapi yang paling penting sekarang adalah aku masih dikejar-kejar sama supir angkot itu, dengan menahan sakitnya pantatku yang terjatuh diatas kerikil tadi, aku lari, terus lari dan tanpa memperdulikan apapun yang di
depanku! Mau badai, tsunami, setan, kuntil, pocong, genderuwo kek. Yang aku tahu aku harus kabur saat ini juga! Ketika aku lari, tiba—tiba sebuah motor sport merah hampir menabrakku.
“Eh hati-hati dong! Udah tau g
ue lagi dikejar-kejar angkot sialan itu!” omelku pada orang yang kaca helmnya pelangi, membuatku tidak bisa melihat wajahnya. “Cepetan naik! Mau selamat gak?!” sebuah suara keluar dari balik helm itu. Dengan segera dan tanpa pikir panjang, aku pun lagsung naik motor sport merah itu, orang itu segera melaju kencang! “WUSSHHHH~!”

Aku berbalik kearah angkot itu, memberi mereka jari tengah ku! Bukan cuma itu, aku gak sebodoh yang kalian kira, dengan sergap aku mencatat plat kuning angkot t
ersebut B 2203 F! Yap, kalo udah sampai aku langsung lapor polisi. Terlihat raut wajah supir angkot itu, penuh amarah. Dia menendang ban mobilnya “CEWEK SIALAN!”, lalu kakinya kesakitan sendiri. Dasar supir angkot aneh.

Aku tersenyum puas. Tapi aku masih penasaran. Siapakah cowok yang menyelamatkanku ini? Wajah siapa dibalik helm berkaca pelangi ini? Apakah dia pahlawan kemalaman ? Ataukah jodohku.. *PLAK! , entahlah. Yang penting saat ini aku bisa selamat dari supir angkot sialan itu.

***

No comments:

Post a Comment