Cerbung: Comliplicated Love Story
Lanjutan Part 1: He Is My Hero
......
Dengan
berani dan tekad bulat aku pun berkata “SIALAN LO! DASAR BANGSAT!!!” tanpa
berpikir aku langsung keluar meloncat dari angkot itu, kebetulan aku duduk
dekat pintu jadi aku dengan mudah keluar dari angkot itu.
“BRUKK!!” aku terjatuh, badanku rasanya sakit semua terutama pantatku. “Auuwwws!” aku mengerang. Tapi untuk menghindari angkot tersebut mengejar balik, aku pun memutuskan untuk lari.
“BRUKK!!” aku terjatuh, badanku rasanya sakit semua terutama pantatku. “Auuwwws!” aku mengerang. Tapi untuk menghindari angkot tersebut mengejar balik, aku pun memutuskan untuk lari.
Sementara itu ditempat lain, daerah perumahan, sekitar bukit…
“Woy,
bro! Gue cabut
duluan ya? Udah malem nih!”. “Oh yoai, sip Ga. Hati-hati lu!”
“Siip bro!”. Motor sport merah itu segera melaju dengan kencang, platnya bertuliskan B 4264 CS (bacanya Arga), cowok super cool dengan tampang manis tapi dingin banget, percuma ya? Malam itu dia habis kerja kelompok dari rumah Ivan, dia memutuskan cabut duluan soalnya takut diomelin sama mamanya. Tiba -tiba dia melihat seorang cewek sedang dikejar-kejar angkot. Tanpa pikir panjang, dia tahu bahwa cewek itu pasti ingin diperkosa oleh supir angkot tersebut. Dia pun menambah kecepatan laju motornya. “BRUUMM..!!”
Kita kembali ke cewek yang sedang di kejar-kejar angkot sialan tadi. Namanya Rara, cewek cantik dengan lesung pipit, berkacamata minus 2. Badannya langsing, tinggi. Kulitnya kuning langsat. Berwajah oriental dengan alis tebal ,mata belo ,hidung agak mancung dan berbibir tipis. Ditambah dia murid yang pintar disekolah. Wah! mana gak difans sama cowok-cowok tuh? Dah pintar, cantik lagi! Tapi kalo soal cinta, jangan ditanya. Dia paling gak suka sama yang namanya CINTA. Udah berulang kali dan berpuluh kali cowok di sekolah nembak dia, mulai dari cowok yang paling ganteng-terpopuler, ganteng-terplayboy,ganteng-tersmart, sampai yang aneh-aneh mulai dari idiot, gila, autis, sampe yang culun-culun ikut-ikutan nembak dan bilang kata-kata yang sama! “Aku cinta kamu, maukah kamu jadi pacarku?” And of course jawabannya adalah “TIDAK” dengan muka datar. Belagu ya ini anak? Hahaha, bukannya belagu tapi dia bego. Gak ngerti apa itu cinta! Eh udah ah, kok gw jadi nyeritain hidup dia sih? Dia kan lagi dikejar-kejar sama supir angkot sialan itu? Maaf ya pembaca. ^^
Oke oke cukup , makasih ya udah ceritain, klimaks-klimaks kepopuleranku di sekolah. Tapi yang paling penting sekarang adalah aku masih dikejar-kejar sama supir angkot itu, dengan menahan sakitnya pantatku yang terjatuh diatas kerikil tadi, aku lari, terus lari dan tanpa memperdulikan apapun yang di depanku! Mau badai, tsunami, setan, kuntil, pocong, genderuwo kek. Yang aku tahu aku harus kabur saat ini juga! Ketika aku lari, tiba—tiba sebuah motor sport merah hampir menabrakku.
“Eh hati-hati dong! Udah tau gue lagi dikejar-kejar angkot sialan itu!” omelku pada orang yang kaca helmnya pelangi, membuatku tidak bisa melihat wajahnya. “Cepetan naik! Mau selamat gak?!” sebuah suara keluar dari balik helm itu. Dengan segera dan tanpa pikir panjang, aku pun lagsung naik motor sport merah itu, orang itu segera melaju kencang! “WUSSHHHH~!”
Aku berbalik kearah angkot itu, memberi mereka jari tengah ku! Bukan cuma itu, aku gak sebodoh yang kalian kira, dengan sergap aku mencatat plat kuning angkot tersebut B 2203 F! Yap, kalo udah sampai aku langsung lapor polisi. Terlihat raut wajah supir angkot itu, penuh amarah. Dia menendang ban mobilnya “CEWEK SIALAN!”, lalu kakinya kesakitan sendiri. Dasar supir angkot aneh.
Aku tersenyum puas. Tapi aku masih penasaran. Siapakah cowok yang menyelamatkanku ini? Wajah siapa dibalik helm berkaca pelangi ini? Apakah dia pahlawan kemalaman ? Ataukah jodohku.. *PLAK! , entahlah. Yang penting saat ini aku bisa selamat dari supir angkot sialan itu.
“Siip bro!”. Motor sport merah itu segera melaju dengan kencang, platnya bertuliskan B 4264 CS (bacanya Arga), cowok super cool dengan tampang manis tapi dingin banget, percuma ya? Malam itu dia habis kerja kelompok dari rumah Ivan, dia memutuskan cabut duluan soalnya takut diomelin sama mamanya. Tiba -tiba dia melihat seorang cewek sedang dikejar-kejar angkot. Tanpa pikir panjang, dia tahu bahwa cewek itu pasti ingin diperkosa oleh supir angkot tersebut. Dia pun menambah kecepatan laju motornya. “BRUUMM..!!”
Kita kembali ke cewek yang sedang di kejar-kejar angkot sialan tadi. Namanya Rara, cewek cantik dengan lesung pipit, berkacamata minus 2. Badannya langsing, tinggi. Kulitnya kuning langsat. Berwajah oriental dengan alis tebal ,mata belo ,hidung agak mancung dan berbibir tipis. Ditambah dia murid yang pintar disekolah. Wah! mana gak difans sama cowok-cowok tuh? Dah pintar, cantik lagi! Tapi kalo soal cinta, jangan ditanya. Dia paling gak suka sama yang namanya CINTA. Udah berulang kali dan berpuluh kali cowok di sekolah nembak dia, mulai dari cowok yang paling ganteng-terpopuler, ganteng-terplayboy,ganteng-tersmart, sampai yang aneh-aneh mulai dari idiot, gila, autis, sampe yang culun-culun ikut-ikutan nembak dan bilang kata-kata yang sama! “Aku cinta kamu, maukah kamu jadi pacarku?” And of course jawabannya adalah “TIDAK” dengan muka datar. Belagu ya ini anak? Hahaha, bukannya belagu tapi dia bego. Gak ngerti apa itu cinta! Eh udah ah, kok gw jadi nyeritain hidup dia sih? Dia kan lagi dikejar-kejar sama supir angkot sialan itu? Maaf ya pembaca. ^^
Oke oke cukup , makasih ya udah ceritain, klimaks-klimaks kepopuleranku di sekolah. Tapi yang paling penting sekarang adalah aku masih dikejar-kejar sama supir angkot itu, dengan menahan sakitnya pantatku yang terjatuh diatas kerikil tadi, aku lari, terus lari dan tanpa memperdulikan apapun yang di depanku! Mau badai, tsunami, setan, kuntil, pocong, genderuwo kek. Yang aku tahu aku harus kabur saat ini juga! Ketika aku lari, tiba—tiba sebuah motor sport merah hampir menabrakku.
“Eh hati-hati dong! Udah tau gue lagi dikejar-kejar angkot sialan itu!” omelku pada orang yang kaca helmnya pelangi, membuatku tidak bisa melihat wajahnya. “Cepetan naik! Mau selamat gak?!” sebuah suara keluar dari balik helm itu. Dengan segera dan tanpa pikir panjang, aku pun lagsung naik motor sport merah itu, orang itu segera melaju kencang! “WUSSHHHH~!”
Aku berbalik kearah angkot itu, memberi mereka jari tengah ku! Bukan cuma itu, aku gak sebodoh yang kalian kira, dengan sergap aku mencatat plat kuning angkot tersebut B 2203 F! Yap, kalo udah sampai aku langsung lapor polisi. Terlihat raut wajah supir angkot itu, penuh amarah. Dia menendang ban mobilnya “CEWEK SIALAN!”, lalu kakinya kesakitan sendiri. Dasar supir angkot aneh.
Aku tersenyum puas. Tapi aku masih penasaran. Siapakah cowok yang menyelamatkanku ini? Wajah siapa dibalik helm berkaca pelangi ini? Apakah dia pahlawan kemalaman ? Ataukah jodohku.. *PLAK! , entahlah. Yang penting saat ini aku bisa selamat dari supir angkot sialan itu.
***
No comments:
Post a Comment